Teks Laporan Hasil Observasi_Reyza Arsyabinaya X5 30_Jalak Bali
Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), merupakan salah satu hewan endemik dari Indonesia. Jalak Bali hanya ditemukan di bagian Barat Pulau Bali, dan Jalak Bali adalah satu-satunya burung spesies endemik Bali. Pada tahun 1991, dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Burung ini pertama ditemukan pada tahun 1910, nama ilmiah Jalak Bali dinamakan oleh Walter Rothschild yaitu pakar hewan berkebangsaan Inggris.
Ciri-ciri morfologis Jalak Bali adalah bulunya 90% berwarna putih bersih, pada ujung bulu dan sayap terdapat warna hitam. Biasanya pelupuk mata dari burung ini berwarna biru tua dengan paruh yang runcing. Pada bagian ujung baru terdapat warna kuning kecoklatan. Burung jantan burung ini juga memiliki jambul di kepalanya dengan beberapa helai bulu yang berwarna putih. Panjang dari ujung paruh sampai ke ujung ekor kurang lebih 25 cm, dengan panjang paruh 3 cm, kepala 5 cm panjang leher 2 cm, panjang sayap 13 cm, dan panjang ekor 6 cm. Rata-rata berat badan burung Jalak Bali adalah 107,75 gram.
Terdapat perbedaan antara Jalak Bali jantan dengan betina, yaitu burung jantan lebih besar, lebih panjang dan memiliki kepala lebih besar. Sedangkan burung betina cenderung lebih kecil dan berbentuk lebih bulat. Kicauan Jalak Bali jantan dan betina juga memiliki suara khas, yaitu berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini termasuk bersuara ribut, berceloteh keras dan juga suka untuk meniru suara burung lainnya.
Jalak Bali tinggal di hutan mangrove, hutan rawa hutan musim dataran rendah dan juga daerah savana. Penyebaran Jalak Bali secara alami terdapat di Taman Nasional barti Barat dan juga beberapa daerah di Bali juga. Pada tahun 2009, terakhir terdapat 65 individu dewasa dan 62 juvenile (remaja). Saat ini, tercatat terdapat 115 individu dan ini adalah perkiraan jumlah maksimum.
Dalam habitat alaminya, Jalak Bali termasuk jenis burung yang suka untuk berkerumunan dan terbang secara berombongan. Musim kawin burung ini adalah September-Desember, mereka biasa terbang secara berpasangan dan mencari makan. Biasanya, satwa ini membuat sarang di dalam lubang pohon pada ketinggian 2,5 m hingga 7 m diatas tanah. Kehidupan sehari-hari mereka, setelah matahari terbit mereka mulai terbang secara berkelompok untuk makan dan minum. Lalu kembali tidur sebelum matahari terbenam. Selain itu, burung ini suka bermain air untuk membersihkan badannya, dikarenakan Jalak Bali adalah burung yang menyukai kebersihan.
Reyza Arsyabinaya P/X5/30
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_bali#:~:text=Jalak%20Bali%20hanya%20ditemukan%20di,sebagai%20lambang%20fauna%20Provinsi%20Bali.

Comments
Post a Comment